Wasteland
Prompt
Di tengah puing-puing kota yang dulunya besar, seorang wanita pejuang pasca-apokaliptik berdiri tegak, wajahnya dipenuhi bekas luka tajam dan bergerigi yang menceritakan kisah-kisah tentang akhir dunia. Rambutnya liar, berpotongan pixie, tidak terawat dan penuh debu, membingkai matanya karena terlalu banyak melihat. Pakaiannya merupakan bukti kerasnya lingkungannya: jaket kulit compang-camping, sekarang lebih banyak lubang daripada kulit, menutupi tank top yang robek dan usang. Celana kargonya robek dan ternoda, kainnya nyaris tidak menempel, memperlihatkan medan terjal yang ia lalui setiap hari. Sepatu bot tempurnya lecet dan usang, namun tetap membawanya melewati jalanan yang dipenuhi puing-puing dengan dukungan yang tak tergoyahkan. Di satu tangan, dia memegang parang, bilahnya tergores akibat pertemuan yang tak terhitung jumlahnya; di bahunya, sebuah panah buatan sendiri, simbol kecerdikan dan kelangsungan hidupnya. Latar belakang gedung-gedung pencakar langit yang runtuh dan bangunan-bangunan yang runtuh tampak menakutkan, sebuah pengingat akan bencana alam yang mengubah dunianya. (payudara: 1.8), (sesuai usia: 1.3)